Selasa, 14 Januari 2014

CUPLIKAN kecil

Stres, Frustasi, Depresi ?

Bagaimana, apakah kalian sedang stres, frustasi, atau depresi?
tenang kawan, kalian banyak temannya hahahaa….
Di sore yang cukup indah ini setelah tadi makan sapo tahu dan fuyung hai, dilanjutkan dengan meeting yang agak ringan, dan sempat meloloskan diri dari diskusi dalam bahasa Inggris, rasanya aku ingin berbagi sesuatu deh dengan kawan, kali ini sih mengenai bagaimana sih mengatasi rasa stres yang kita alami.
Setiap orang tentu punya cara masing-masing yang nyaman untuk mengatasi stresnya. Kali ini aku coba tuliskan beberapa cara yang aku lakukan saat sedang “gak mood”, sapa tau berguna buat kawan sebagai inspirasi mendapatkan cara baru membuang stres. Apa aja sih, yukkk mareee kita baca :
1. Jalani hobby yang anda senangi.
Sebagai pecinta travelling, rasanya seperti berjalan di atas awan bila aku bisa ada kesempatan travelling ke suatu tempat. Ini lumayan ampuh buat aku mengobati kestresan karena kejenuhan atau akibat tekanan tertentu. Mendatangi tempat baru, orang baru, bahkan dengan bahasa baru membuatku bergairah karena mandapat “kehidupan baru”.
Bila ada waktu cukup dan lagi ada rejeki, alhamdulillah kalau bisa travelling ke luar kota atau ke luar negeri, sayangnya kesempatan keduanya ga setiap saat aku dapat. Jangan sedih jangan bimbang, karena di sekitar kita pun banyak tempat bepergian yang bisa mengistirahatkan otak untuk kembali relax. Sekedar ngumpul ama temen deket di pelataran monas, atau nongkrong di kucingan, atau muter-muter mall sampai gempor, bisa jadi obat stres juga.Tapi ingat, kita mencari obat stres, hindari hal-hal yang bikin kita stres, misalnya pergi travelling dengan budget yang menguras tabungan atau keliling mall sambil belanja ini itu, waktu menjalani emang bikin tenang, tapi sekejab, begitu sadar uang terkuras, sepertinya stres kita malah meningkat. Waspadalah :)
2. Menulislah
Menulis masih bisa masuk kategori hobby, namun bisa jadi berfungsi sebagai pengobat stres. Dengan menulis, aku ada tempat untuk menyalurkan isi hati yang kadang susah disalurkan lewat kata-kata. Dengan tulisan terkadang kita lebih jujur untuk mengungkapkan perasaan kita.
Saat perasaan marah ada yang terpendam, ungkapkanlah. Saat ada kesedihan yang menyiksa tuangkanlah. Saat ada kegembiraan yang meluap, gambarkanlah. Dengan menuliskan perasaan kita segala bentuk emosi negatif maupun positif akan tersalurkan dan membantu kita menyeimbangkan diri untuk tetap tenang, kembali ke posisi balance.
Menulis bagiku cukup bekerja untuk mengatasi emosiku, terutama emosi negatif, apabila aku lagi murka dan marah dengan seseorang namun tak bisa kulampiaskan, maka segala caci maki bisa kusalurkan tanpa mesti harus menyerang orang yang bersangkutan. Tapi hati-hati yah, disini fungsi kita untuk mengobat diri dari sakit, bukan untuk nambah musuh atau melemparkan dendam. Menulis untuk menenangkan diri bukan untuk menyerang.
Aku jadi ingat, di suatu masa pernah benci banget sama temen bisnis, capai deh tiap saat dimanfaatin, masih dikhianati dengan fitnah dan menghadapi orang yang bermuka ganda. Eneg banget rasanya, hingga pada puncaknya aku sudah ga tahan lagi, kutuangkan emosiku lewat note di FB, dengan tak lupa memblocked orang-orang yang kutuju.
Dan hasilnya keren deh, tau-tau banyak yang menghubungiku untuk menenangkan diriku, ya itu karena emosi, aku lupa memblocked orang lain di grup kantor, dan orang-orang yang lolos itu ternyata kok ya setia membaca tulisanku, padahal kalau di FB jarang up date. Efek lain dari empati temen-temenku, beberapa orang sempat menjaga jarak denganku karena mereka bisa merasakan hawa amarah yang besar di tulisanku, haduh, kalau ga ada masalah sama aku juga gpp kaliiii. Jadi disini aku mengingatkan, hati-hati kalau bikin tulisan penuh emosi, jangan lupa MEMBLOCKED orang yng sekiranya bisa membaca fakta dibalik tulisan kalian, kecuali kalau itu memang tujuan kalian.
Oya, saat menulis kemarahan tetap kendalikan diri yah, ntar malah saking emosinya hasil tulisan di email lagi ke yang bersangkutam bisa seru jadinya hehehhee….
3. Kuraslah energi
Aku ngerasa setiap marah enerjiku besar banget. Kalau didiemin, aku takut kalau enerji negatif itu akan menyerang balik ke aku. Jadi salurkan. Bagaimana caranya? dengan menjambak, memukul. menendang, dan melempar kursi ke pembuat emosi? hahahhaa, boleh tuh, cuma untuk mengurangi resiko dianggap anarkis dan juga ga lucu kalau justru keadaan berbalik, aku yang dijambak, dipukul, ditendang dan dianiaya karena kalah besar dengan lawan, yuk aku kasih tau cara pelampiasan yang lain.
* Teriak. Teriaklah dengan sangat kencang, sekencang-kencangnya. Aku pernah mengikuti terapi ini di salah satu kelas training di tempatku bekerja. Terapi ini dilakukan di ruang karaoke, siapkan lagu dengan nada keras dan putarlah dengan kencang. Lebih baik lagi kalau kita didampingi oleh teman kita yang bermental kuat dan bisa menjadi provokator saat kita teriak. Begitu diungkit masalah kita maka kita akan bisa lebih memaki dan berteriak lebih kencang, semakin banyak emosi keluar, semakin mudah pula dikeluarkan lewat teriakan. Ingat ya, temennya mesti bermental kuat, kalau ga sih biasanya malah justru kebawa emosi.
* Pukul. Pukulah. Pukul dengan kencang. sebagai pekerja dengan tingkat stres yang melimpah, lagi-lagi aku pernah melewati terapi ini hehehehehe…. Yang dibutuhkan sama, provokator yang membuat kita semakin marah dan semakin kuat memukul, dan alat-alat memukul. bisa dengan tongkat baseball yang kita ayunkan ke bantalan tinju. Rungan mesti bener-bener aman ga ada barang pecah belah di sekitar kita, dan cukup besar untuk menjauhkan ayunan pukulan kita untuk tidak mengenai teman yang akan menjadi provokator kita. Jaga diri, jangan sampai kebawa emosi malah tau-tau mendatangi orang yang bikin kesal dan kita hajar, hais bisa gawat urusannya.
bila kawan melakukan kedua hal diatas, efek yang timbul biasanya kita, paling enggak itu terjadi di aku, akan menjadi histeris, dari marah tau0tau menjadi menangis kencang. Setelah sadar, tau-tau ada perasaan lega yang sangat dalam. Malam akan merasa sangat lelah dan tertidur nyenyak, bila luapan emosi berhasil, ajaib, besuknya bila kita mengingat hal yang membuat kita emosi, menjadi datar perasaan kita. Kalau belum netral, ulangi aja lagi.
Yah itu dululah, mengingat jam sudah waktunya pulang, dan aku dalam posisi mau nebeng si bos, aku sudahi dulu yah, lumayan hemat ongkos hehehehe… kalau ada ide ntar aku nyambung lagi
by

0 komentar:

Posting Komentar